Rabu, 14 Februari 2018

Magang di KBRI Vientiane - Laos



Hello readers :)

Aku Ayu Paramitha, mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional UKI 2014. Aku mau berbagi pengalaman pada saat magang atau kerja praktik di KBRI Vientiane. Disini aku akan jelasin sedikit tentang negara Laos, gimana cara apply magang  ke KBRI, dan apa aja persyaratan yang harus dipenuhi.

Republik Demokratik Rakyat Laos adalah negara yang terletak di Kawasan Indochina, Asia Tenggara. Ibu kota Laos adalah Vientiane. Laos berbatasan dengan Myanmar dan Republik Rakyat China di sebelah barat laut, Vietnam di timur, Kamboja di selatan, dan Thailand di sebelah barat. Bahasa resmi nya adalah bahasa Laos. Mata uang yang digunakan adalah Kip (LAK). Mayoritas penduduk Laos beragama Buddha Theravada. Negara Laos memiliki luas 236.800 km persegi dan jumlah penduduk sekitar 7 juta jiwa.
Fakta unik tentang Laos
1.      Laos adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki Laut.
2.      Laos merupakan satu dari lima negara (selain Korea Utara, China, Vietnam, dan Kuba) yang menganut sistem komunis.
3.      Laos termasuk negara miskin di dunia
4.      Laos termasuk salah satu Segitiga Emas dan salah satu produsen opium terbesar di dunia.
5.      Saat berbelanja di Laos, kita tidak hanya bisa membayar dengan mata uang Laos yaitu Kip, tetapi juga bisa membayar dengan mata uang Thailand Bath, dan US Dollar.

Persyaratan
1.      Surat pengantar dari kampus
2.      Surat lamaran
3.      CV
4.      Transkip nilai

Cara apply
1.      Sebelum apply, aku kontak ke Pensosbud KBRI Vientiane melalui email pensosbud_vte@yahoo.com untuk bertanya apakah mereka membuka kesempatan magang untuk periode yang aku ajukan dan apa saja persyaratan yang dibutuhkan.
2.      Setelah mendapat balasan yang menyatakan bahwa mereka membuka kesempatan magang beserta persyaratan yang diminta, aku mengatur schedule tanggal berapa datang dan berapa lama magang disana. Waktu itu dari kampusku ada 4 orang yang apply, tapi berhubung setiap periode nya KBRI Vientiane Cuma menerima 2 orang, jadi aku dan teman yang lainnya mengatur schedule dan berkoordinasi dengan Pensosbud KBRI Vientiane.
3.      Lalu kirim semua dokumen persyaratan ke pensosbud_vte@yahoo.com
4.      Setelah kurang lebih 2 minggu menunggu, akhirnya mendapat balasan yang menyatakan bahwa aku diterima magang di KBRI Vientiane. Kalau sudah diterima, jangan lupa untuk minta surat resmi yang menyatakan bahwa telah diterima magang di KBRI Vientiane karena pada saat sampai di bandara, petugas akan bertanya mengenai surat tersebut.
5.      Selanjutnya Pensosbud akan meminta tiket pesawat melalui email. Fyi di KBRI Vientiane itu disediakan guest house untuk tempat tinggal kita selama magang, dan kita akan dijemput sama salah satu staff nya ketika kita tiba di bandara. Jadi guna nya kita kirim tiket pesawat melalui email adalah untuk memudahkan proses penjemputan.

Awalnya aku kira tinggal di Laos bakalan se’ekstrim’ di Korea Utara, ternyata tinggal di Laos nyaman banget. Penduduknya gak terlalu padat, jadi gak macet. Orangnya juga ramah-ramah, cuma agak susah berkomunikasi karena gak semua orang bisa bahasa Inggris (termasuk petugas bandara). Makanan disini juga enak dan murah-murah, aku paling suka food street yang ada di night market di pinggiran sungai Mekong. Selama magang di KBRI Vientiane aku dapet banyak pengalaman, baik melalui tugas-tugas yang diberikan selama magang, mengikuti beberapa event, maupun saat berinteraksi dengan masyarakat Laos. Setiap senin sampai kamis di KBRI Vientiane ada kursus Bahasa Indonesia untuk orang Laos, karena guest house nya pas banget di depan KBRI jadi setiap pulang kerja pasti ketemu orang-orang Laos yang mau kursus. Mereka seneng banget pas ketemu anak magang atau siapapun yang dari Indonesia, waktu berpapasan mereka dengan bangga nya menyapa kita dengan Bahasa Indonesia. Gak cuma bahasa aja, mereka juga excited banget waktu KBRI lagi ngadain event, terutama yang berhubungan dengan budaya Indonesia. Aku sempet liat beberapa foto dan video orang-orang Laos yang pakai baju adat dari beberapa daerah di Indonesia dan perform tari-tarian daerah Indonesia. Aku seneng liatnya, karena pada saat itu mereka keliatan banget interested dengan budaya Indonesia.

Waktu ada event kunjungan dari Panyathip International School ke KBRI, anak-anaknya dan gurunya juga serius banget pas dengerin presentasi tentang profil negara dan budaya Indonesia. Setelah itu mereka diajarin nyanyi lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua, walaupun mereka kesulitan membaca liriknya tapi mereka tetep ngikutin nyanyi sampe selesai. Kebayang gak sih gimana lucunya hehehe… Gak cuma diajarin nyanyi aja, mereka juga diajarin gimana caranya main angklung. Karena jumlah angklungnya terbatas, jadi anak-anaknya berebutan pengen coba main angklung hehehe *gemes banget liatnya... Dan yang paling bikin bahagia adalah saat MC nya nanya siapa yang mau ke Indonesia, mereka semua angkat tangan. Ada rasa kebanggaan sendiri sebagai orang Indonesia, saat bisa liat langsung budaya kita diminati dan dipelajari oleh orang asing terutama anak-anak kecil. Oh iya, beberapa orang Laos yang ikut kursus Bahasa Indonesia di KBRI beberapa diantaranya mendapat beasiswa dan saat ini sedang melanjutkan kuliah di Indonesia. Sekian pengalaman yang bisa aku bagikan, semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang membacanya. 

Terima kasih

3 komentar:

  1. Halo, kak. Postingan yang sangat bermanfaat bagi saya yang sedang mencari referensi magang di kawasan ASEAN. Saya ingin bertanya lebih lanjut mengenai magang di Vientiane. Apakah ada kontak atau email yang bisa saya hubungi? Terimakasih

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Halo kka kenalin aku nicco. boleh minta kontaknya ga, mau tanya tanya.

    BalasHapus